7

Ayatullah Naser Makarem Shirazi

Ayatullah Naser Makarem Shirazi adalah seorang ulama besar Iran dan Marji taklid terkemuka Syiah. Ia lahir pada tahun 1305 HS (tahun 1926) di Shiraz, kota indah dan bersejarah yang terletak di sebelah selatan Iran. Ia lahir di tengah-tengah keluarga yang religius. Kakek dan ayahnya adalah pedagang di kota tersebut yang amat dihormati dan disegani oleh masyarakat karena kemuliaan akhlak mereka. Mereka selalu membantu kesulitan masyarakat dan menjalin hubungan dengan para ulama besar di kota Shiraz.

 

Ayatullah Makarem Shirazi mengenai ayahnya mengatakan, “Ayah sangat mencintai al-Quran. Ketika aku masih belajar di sekolah dasar, beliau kadang-kadang mengajakku ke kamarnya supaya aku membacakan ayat-ayat al-Quran dan terjemahannya kepada beliau.”

 

Sejak kecil Ayatullah Makarem Shirazi akrab dengan bacaan al-Quran. Daya tarik al-Quran berlahan-lahan memikatnya sehingga ia tertarik dengan pemahaman konsep dan poin-poin penting al-Quran. Ia dengan bantuan para ahli dan peneliti al-Quran telah menulis sebuah tafsir bernama “Tafsir Nemuneh (al-Amtsal)”. Tafsir ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

 

Masa kecil dan periode pendidikan Ayatullah Makarem Shirazi amat luar biasa. Karena kepandaian dan kecerdasannya itu,ia pada umur lima tahun telah masuk sekolah dasar dan beberapa tingkat kelas dilompatinya sehingga pada umur 14 tahun ia telah menyelesaikan sekolah menengah tingkat atas. Saat belajar di kelas tiga SMA, ia tertarik dengan pelajaran-pelajaran agama sehingga setelah lulus ia tidak melanjutkan pendidikannya di universitas tetapi lebih memilih belajar di hauzah.

 

Bakat dan usaha Ayatullah Makarem Shirazi menyebabkan ia cepat dikenal dan menjadi perhatian para guru dan pelajar agama lainnya. Dengan usaha dan kecerdasannya, ia melewati pelajaran-pelajaran tingkat dasar Hauzah hanya dalam waktu empat tahun dengan nilai yang sangat istimewa dan berada di barisan pelajar agama yang meraih nilai terbaik. Padahal jenjang pendidikan tingkat dasar Hauzah tersebut biasanya dilalui 10 tahun oleh pelajar-pelajar agama lainnya.

 

Ayatullah Makarem Shirazi pada usia 18 tahun dengan dorongan guru-gurunya menuntut ilmu di Hauzah Ilmiah Qom dari para ulama besar. Ia menguasai pelajaran-pelajarannya dengan cepat, bahkan karena kecerdasannya itu ia sudah dapat bergabung dalam kelas Ayatullah al-Udzma Boroujerdi, Marji Besar Syiah di masa itu bersama dengan para pelajar yang telah mencapai tingkat tinggi keilmuannya.

 

Mengenai hal itu, Ayatullah Makarem Shirazi mengatakan, “Ayatullah Boroujerdi adalah seorang yang sangat bertakwa, waspada, bercahaya dan menarik serta ahli di bidang fiqih. Aku di awal remaja dan berumur 18-19 tahun turut belajar di kelas beliau, padahal waktu itu para pemuka Hauzah tengah belajar dengan beliau di kelas itu. Kehadiran seorang pemuda seperti aku di kelas tersebut tampaknya sedikit mengejutkan, khususnya ketika aku berani mengutarakan masalah di tengah-tengah pelajaran. Namun Ayatullah Burujerdi dengan terbuka menanggapiku dan menjawab soal-soalku.”

 

Pada tahun 1950, Ayatullah Makarem Shirazi pergi ke Najaf Ashraf di Irak untuk menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka lainnya di masa itu. Setelah menuntut ilmu dari berbagai ulama besar, ia berhasil mencapai derajat ijtihad pada umur 24 tahun. Mencapai ijtihad pada umur ini amat jarang terjadi dan hal itu menunjukkan upaya kontinyu dan kepandaian Ayatullah Makarem Shirazi. Ia memanfaatkan dorongan dan bantuan para guru besarnya untuk menuntut banyak ilmu. Sebab berdasarkan perkataan para psikolog, dorongan dan dukungan para guru seperti peluncur bagi manusia yang sedang menuntut ilmu dan mengantarkannya ke puncak keilmuan.

 

Pasca kembali ke kota Qom, Ayatullah Makarem Shirazi bersama sejumlah ulama terkemuka lainnya membentuk “JameehModarresinHauzah Ilmiah Qom” dan hingga kini terus melakukan berbagai aktivitas keilmuan dan budaya. Ia hampir 40 tahun mengajar fiqih dan ushul tingkat atas dan selama ini telah mendidik banyak murid, bahkan sebagian besar muridnya saat ini berada di pos-pos penting negara atau menjadi guru-guru besar di hauzah-hauzah ilmiah.

 

Hal yang menarik di sini adalah Ayatullah Makarem Shirazi sejak remaja berupaya menulis buku-buku agama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan usahanya sendiri. Bahkan hingga kini ia tidak pernah mengambil uang saku pelajar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Karya-karya Ayatullah Makarem Shirazi tidak terbatas pada bidang tertentu. Ia menulis berbagai buku keislaman. Sejumlah bukunya merupakan jawaban atas masalah-masalah kekinian dan dapat dikatakan bahwa mayoritas buku-buku karyanya ditulis sesuai dengan kebutuhan zaman. Ia juga mengajar berbagai bidang ilmu sesuai dengan kebutuhan remaja terhadap agama.

 

Di samping menerbitkan banyak buku, Ayatullah Makarem Shirazi selama bertahun-tahun mengajar tafsir al-Quran dan Nahjul Balaghah dan mendidik serta melahirkan murid-murid yang handal. Jasa penting lain Ayatullah Makarem Shirazi di bidang ilmu dan budaya adalah mendirikan empat sekolah. Salah satu sekolah yang didirikanya adalah sekolah khusus jurusan tafsir al-Quran dimana murid-murid di sekolah ini diajari cara-cara menafsirkan al-Quran dengan benar. Selain itu, ia juga membangun berbagai Darul Quran dan tempat-tempat penginapan bagi para peziarah di berbagai kota religius di Iran.

 

Ayatullah Makarem Shirazi memahami konspirasi musuh untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran sesat di tengah-tangah generasi muda sehingga ia terus berupaya memberikan pencerahan dan bimbingan kepada mereka supaya tidak termakan tipu daya musuh. Ia dengan pemahamannya yang luas menulis berbagai buku untuk mengungkap fakta tentang filsafat-filsafat materialistik Barat. Salah satu bukunya yang berjudul “Filsuf Namaha” menelaah dan mengkritik filsafat-filsafat Barat dan klaim-klaim para filsuf materialistik. Buku ini telah dicetak hingga sekitar 30 kali namun kesegaran dan kelengkapan isinya hingga kini masih terjaga di tengah-tengah buku-buku lainnya.

 

Jelveh-e Haqadalah sebuah buku karya Ayatullah Makarem Shirazi yang menolak pandangan-pandangan sufi dan darwis. Buku ini pernah mendapat pujian dari Ayatullah al-Udzma Boroujerdi. Di masa itu, Ayatullah Makarem Shirazi mengadakan berbagai acara kajian akidah dan ilmu-ilmu lainnya untuk menjawab berbagai permasalahan terkini khususnya masalah generasi muda. Ia mendorong para pemuda untuk mengikuti ajaran al-Quran dan Ahlul Bait Rasulullah Saw. Ia juga menulis berbagai artikel yang dimuat di majalah “Maktabul Islam” yang mengungkapkan jati diri rezim despotik Shah Pahlevi supaya generasi muda di masa itu memahami siapa Shah dan penindasan yang dilakukannnya terhadap rakyat Iran.

 

Selain itu, Ayatullah Makarem Shirazi melontarkan berbagai protes dan kecaman terhadap rezim Shah. Sebelum Revolusi Islam Iran, ia melalui jalur diplomatik selalu berupaya untuk mendirikan sistem Islam. Ayatullah Makarem Shirazi bersama para tokoh Hauzah Ilmiah Qom lainya terus berjuang di jalur politik untuk melawan rezim Shah yang otoriter. Akibat berbagai pernyataan dan statemennya yang anti-Shah, ia sering dijebloskan ke penjara oleh rezim dan berulangkali di asingkan di kota-kota perbatasan Iran.

 

Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979, Ayatullah Makarem Shirazi terpilih menjadi anggota Dewan Ahli Penyusun Konstitusi Republik Islam Iran dan berperan besar dalam menyusun konstitusi negara Islam ini. Ia selalu menganggap dirinya sebagai pengikut Rahbar (Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran) dan mengajak masyarakat untuk selalu taat kepada Wilayatul Faqih dan melindungi Islam dan Republik Islam. Sejak 20 tahun lalu, Ayatullah Makarem Shirazi dikenal sebagai Marji Syiah dan hingga kini terus mendidik para pelajar agama dan penyampai ajaran-ajaran Ahlul Bait as.

 

Pengetahuan luas Ayatullah Makarem Shirazi tentang masalah-masalah kekinian dan fatwa-fatwa konstruktifnya sangat membantu menyelesaikan berbagai masalah dunia saat ini. Kepiawaiannya dalam memberikan solusi terkait sejumlah kasus agama yang sensitif tidak asing lagi bagi setiap orang. Ia juga sebagai tokoh yang amat dikenal dalam menguatkan persatuan umat Islam antara Syiah dan Sunni.

 

Menjalin hubungan dan kontak serta tanya jawab terkait masalah dan kebutuhan agama serta akidah umat Islam di berbagai negara adalah salah satu bagian dari kegiatan Ayatullah Makarem Shirazi.

 

Ayatullah Makarem Shirazi hingga kini telah mendirikan berbagai pusat pendidikan, sekolah, masjid dan kantor tidak hanya di kota-kota Iran, tetapi juga di berbagai kota lainnya di luar negeri seperti di kota Madinah, Najaf, dan London. Dalam hal ini, ia meluncurkan televisi satelit  “Velayat” untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam dan Ahlul Bait Nabi Muhammad Saw.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*