840b56ec8c3f2c76618131414be5ecf3

Aktivis Hauzah Iran Adakan Tabligh Akbar Ingatkan Umat Bahaya Budaya Barat

Iran:

Aktivis Hauzah Iran Adakan Tabligh Akbar Ingatkan Umat Bahaya Budaya Barat

BriefNegara ini diperjuangkan kebebasan dan kemerdekaannya dari penjajahan dan dominasi asing justru agar kita mampu menjalankan syariat agama kita dengan tenang dan baik. Kalau ternyata pada kenyataannya, syariat Islam itu kita abaikan dan tidak amalkan, sama halnya kita tetap berada dalam cengkraman musuh, dan kemenangan berada di pihak mereka.

Menurut Kantor Berita ABNA, semakin mundurnya penerapan nilai-nilai Islam dalam menjaga hijab dan etika pergaulan sosial, semakin meningkatnya kasus perceraian serta masalah-masalah sosial lainnya yang sedang melanda masyarakat Iran belakangan ini menjadi perhatian dan kekhawatiran ribuan ulama, asatid dan pelajar Hauzah Qom Republik Islam Iran.

Dalam Tabligh Akbar bertajuk “Kami Khawatir…” yang terselenggara di pelataran Hauzah Madrasah Faidhiyah Qom dipadati ribuan pelajar agama, asatid, sejumlah ulama besar setempat, termasuk beberapa pejabat negara pada sabtu [24/5].  Diantara mereka yang hadir Hujjatul Islam Malaka ketua perwakilan resmi Ayatullah Ali Khamanei di Qom, Hujjatul Islam Ashtiyani anggota majelis utusan Qom, Hujjatul Islam Nabiyan anggota majelis utusan Teheran, Hujjatul Islam Jalali ketua perwakilan resmi Ayatullah Misbah dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Hujjatul Islam Ashtiyani Daqaiqi dalam orasinya menyebutkan alasan terselenggaranya tabligh akbar tersebut adalah untuk memperingati hari syahadah Imam Musa bin Ja’far as yang juga bertepatan dengan hari pembebasan kota Khurram Sahr dimasa perang Irak-Iran. Beliau berkata, “Harus terus ditanamkan keyakinan, bahwa kemenangan demi kemenangan yang kita raih atas musuh adalah berkat taufik dan pertolongan dari Allah SWT. Dan karunia tersebut harus disyukuri dengan mengaplikasikan apa yang telah menjadi perintah Allah SWT dalam kehidupan bermasyarakat. Negara ini diperjuangkan kebebasan dan kemerdekaannya dari penjajahan dan dominasi asing justru agar kita mampu menjalankan syariat agama kita dengan tenang dan baik. Kalau ternyata pada kenyataannya, syariat Islam itu kita abaikan dan tidak amalkan, sama halnya kita tetap berada dalam cengkraman musuh, dan kemenangan berada di pihak mereka.”

“Para tentara kita dalam menghadapi musuh, membuncah dalam dada dan hati mereka keyakinan yang kuat bahwa sejengkal tanahpun dari negeri ini haram hukumnya untuk diinjak dan dilecehkan oleh musuh. Ini menunjukkan betapa agungnya keyakinan mengenai wilayah dalam diri para tentara dan pejuang negeri ini. Dan tugas mereka harus dibarengi kerja keras ulama, muballigh dan aktivis-aktivis Islam dalam menjaga ruh dan keyakinan rakyat atas keagungan dan ketinggian syariat Islam. Sedikit saja aktivis Islam melalaikan tugasnya, sama halnya memberi kesempatan pada musuh untuk menyuntikkan penyakit dan virus dalam tubuh masyarakat.” Lanjutnya.

Sementara Hujjatul Islam Ahmad Saliki ketua Komisi Budaya Majelis Syura Islam dalam orasinya mengatakan, “Hari ini Zionisme Internasional berupaya keras hendak memadamkan cahaya Allah. Namun mereka harus tahu bahwa kekalahan musuh-musuh Islam adalah sesuatu yang sangat pasti adanya. Mereka menggunakan berbagai cara untuk memadamkan cahaya Allah dan menjauhkan umat ini dari agamanya. Karenanya umat Islam harus terus waspada dan tetap berpegang teguh pada koridor agama ini.”

“Kampanye westernisasi menggunakan jargon-jargon kemajuan, kebebasan, gaya hidup dan janji-janji muluk lainnya, padahal kesemua itu adalah pemanis bibir belaka untuk menipu kaum muslimin agar meninggalkan syariat yang meninggikan derajat mereka. Jika masyarakat tergiur untuk meniru budaya Barat, sesungguhnya itu kekalahan telak bagi para aktivis hauzah Islam.” Tambahnya.

Berganti-ganti ulama dan sejumlah pejabat menyampaikan orasinya, yang memesankan pentingnya bagi masyarakat muslim untuk terus menjaga tradisi-tradisi Islam. Mereka menyerukan bahaya westernisasi dan mengingatkan kepada masyarakat sejumlah budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dalam Tabligh Akbar tersebut juga ditandatangani deklarasi bersama untuk terus berjuang agar nilai-nilai Islam di negeri para Mullah tersebut tetap tegak dan terjaga. Diantara salah satu poinnya adalah menentang keras isu untuk menghentikan pemblokiran terhadap situs-situs asing yang tidak bermanfaat. Selama ini, melalui kebijakan resmi pemerintah sejumlah media sosial seperti youtube, twiter, facebook dan lain-lain dilarang penggunaannya di Iran. Namun sejumlah pihak mendesak agar aturan pelarangan tersebut dicabut.

Di hari yang sama, Madrasah Jamiah Az Zahra Qom, hauzah ilmiah khusus perempuan, melakukan aksi tanda tangan disebuah sepanduk besar sebagai bentuk protes terhadap kemunduran nilai-nilai yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan merebaknya kecenderungan untuk meniru gaya hidup dunia Barat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Aksi tanda tangan juga melibatkan mahasiswi asing dari puluhan negara yang sedang menimba ilmu di kota Qom Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*