PEMUDA

Kemajuan Bangsa Ada di Tangan Pemuda

Oleh: Ali Ridho

Imam Ali as pernah berkata:

“Pemuda hari ini, pemimpin masa depan”

Mengapa kebanyakan pemuda masa kini lebih condong memiliki sifat amoral.? Artinya, tak mencerminkan sesosok pemuda yang berbudipekerti luhur dan memiliki tata krama tinggi di tengah masyarakat. Justru sifat hewani lebih dominan tertanam dalam diri mereka. Tawuran, pergaulan bebas dan sifat amoral lainnya seolah menjadi momok yang sering kali kita saksikan, baik secara langsung maupun melalui berita televisi dan sebagainya. Artinya, hal ini sudah sangat jelas memberi penegasan bahwa kehidupan mereka telah sampai pada ambang kerusakan yang nantinya bakal berdampak buruk pada kehidupan masa depannya kelak, sehingga bisa dibilang mereka tergolong orang yang menyesal seumur hidupnya.

Sorotan penuh terhadap kawula muda memang paling banyak mengundang simpati banyak orang, terlebih orang-orang tua yang mulai memasuki usia senja yang sudah tidak lagi banyak bergerak dalam merealisasikan kemaslahatan di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan kekuatan fisik yang ia miliki mulai memudar. Dan yang ia bisa lakukan hanyalah menaruh harapan besar kepada setiap anak muda yang akan menggantikan possisinya menjadi penerus perjuangannya dalam memperjuangkan bangsa dan negara dari tangan-tanagn jahat yang tak bertanggung jawab.

Sebegitu besarkah kekuatan dan semangat juang yang dimiliki sosok pemuda hingga orang-orang tua berharap penuh kepada mereka untuk dijadikan genersi penerusnya? Tentu, hal ini memang tak bisa dielakan lagi, bahwa ‘Semangat baru’ itu terletak dalam setiap sanubari pemuda yang bisa menumbangkan segenap kaum kapitalisme yang mulai bermunculan di negeri ini demi kepentingan pribadi. Merawat dan melindungi bangsa dan negara adalah tugas yang musti mereka kerjakan melalui semangat baru yang dimilikinya. Karena itu, banyak orang, terlebih para orang tua yang memiliki harapan besar terhadap pemuda masa kini demi kesuksesan bangsa di masa mendatang.

Akan tetapi, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, faktanya tak sedikit dari kalangan pemuda masa kini yang mau diajak kerja sama untuk kemajuan bangsa ini, alih-alih memiliki semangat tinggi untuk bergarak justru mereka lebih asyik sendiri dengan alat canggih yang dimilikinya seperti; gadget yang makin canggih dengan beberapa aplikasi mutakhirnya. Atau mereka lebih asyik nongkrong di cafe sebagai bentuk ekspresi pergaulan masa kini yang lebih condong meniru kehidupan budaya Barat. Sehingga perbuatan ini menunjukan kalau-kalau tak ada yang bisa kita harapkan dari mereka. Atau mungkin, harus diadakan sebuah revolusi jiwa untuk para kawula muda yang telah terkontaminasi oleh perkara yang merusak dirinya. dengan begitu, mereka bisa termentaskan dari lubang kenistaan.

Sangat disayangkan jika pemuda amoral itu dibiarkan begitu saja. dalam kata lain, tak ada pendekatan diri untuk melakukan pembenahan agar melahirkan sebuah hasil yang bisa merubah sikap buruknya ke sikap terpuji. Pasalnya, mereka adalah harapan besar di setiap bangsa. Jika seandainya kerusakan telah nampak dalam diri mereka, lalu kemanakah para orang tua menaruh harapan besarnya untuk kemajuan bangsa ini?

Begitu banyak orang yang berharap kepada seorang pemuda, lantaran mereka adalah cikal bakal yang memiliki semangat tinggi dan pemikiran yang bersih yang nantinya akan mengadakan sebuah transformasi besar-besaran untuk kemajuan bangsanya. Hal ini telah terbukti, dalam sebuah organisai berbasis Islam, di negara Libanon. Oraganisasi tersebut bernama Hizbullah, yang dipimpin oleh Sayed Hasan Nasrullah yang terkenal memiliki karismatik tinggi. Dan ia berhasil membawa nama organisasinya melejit ke ranah internasional. Dan semua itu tak lepas berkat kekompakan anggotanya yang kebanyakan berasal dari kelangan anak muda yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Tentu, dari sini kita bisa lebih yakin bahwa dalam setiap diri pemuda tumbuh kekuatan besar untuk melindungi bangsanya. Bukankah ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk reputasi bangsanya.?

Sekaitan dengan masalah ini, Bung Karno, Presiden pertama Indonesia mengatakan dalam pidatonya:

Berilah aku sepuluh pemuda maka akan aku gonjangkan dunia”

Dari perkataan di atas, bertambah yakinlah kita terhadap semangat dan kekuatan besar yang tersimpan dalam setiap diri pemuda.

Karena itu, hai para pemuda! Janganlah pernah menyerah dalam sebuah proses perjuanganmu. Dan jangan pula engkau hanya berleha-leha larut dalam kemalasan. Berjuanglah! karena dalam pundakmu ada sebuah beban berat yang lazim engkau pikul. Dan kemajuan bangsa ini ada di tanganmu, kalau bukan engkau, lalu siapa lagi.?

Jakarta, 20 November 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*