Pelajaran pertama :

Pentingnya mengetahui masalah hukum hukum jenazah.

Segala puji bagi Allah dan sholawat pd RasulNYA dan keluarganya.

Memperdalam agama perkara yg sangat penting sekali. Karena pentingnya masalah ini, Allah SWT memberikan taklif atau syariat. Sebagian taklif itu wajib dan sebagian yg lainnya haram.

Pada kondisi tertentu kita tdk bisa melakukan taklif2 tsb sedangkan kita diharuskan taat kepadaNYA. Dan mereka yg melanggar hukum2NYA maka berhak utk disiksa jecuali mereka mau belajar.

Nabi saw bersabda :apabila Allah SWT menghendaki kebaikan pd sesorang, maka pelajarilah agama. Alkafi

Imam asshodiq as bersabda :jika aku ingin aku akan pukul kepala mereka hingga mereka mau belajar. Alkafi

selalu Memperdalam ilmu agama teramat penting, terutaama pada masalah2 kehidupan sehari hari kalian.

Salah satu dr masalah yg ada adalah, pengurusan jenazah.

Dengan bantuan Allah SWT, saya akan mulai menjelaskan hukum hukum mengurus jenazah dalam beberapa pelajaran.

Di sini ada dua sebab kenapa saya memilih tema ini.

Pertama. Karena sering terjadi, krn kematian hak dan akan dialami setiap manusia. Mengurus jenazah muslim yg wafat adalah wajib. Maka kita harus mengetahui hukum2nya. Terkadang ada bagian bagian yg tertinggal disaat pengurusannya. Hal ini bisa mengakibatkan dosa bagi yg mampu. Dan bahkan sebagian mereka ada yg tdk melakukan tata caranya hingga mayit muslim itu dikubur.

Kedua. Saya banyak mendengar dr mansyarakan tentang masalah pengurusan jenazah banyak yg salah. Dan saya saksikan kesalahan itu disebuah tempat yg disitu banyak para pelajarnya. Dan kita tahu mereka mampu menjelaskan hukum2 fiqih secara deteil, kejadian itu di timur tengah. Bagaimana dgn negera indonesia, mesir, cina???

Pada kesempatan ini saya akan sebutkan beberapa kesalahan secara global pd sesi yg akan datang.

Saya akan sebutkan beberapa kesalahan yg terjadi :

1. Tidak menghilangkan penghalang dr badan mayit seperti, benda2 yg masih menempel yg digunakan sewaktu dirumah sakit. Karena benda2 itu menghalangi air sampai kekulit.

2. Tidak boleh menunggu mayit yg luka sampai darahnya berhenti. Mencuci dengan air sedikit akan membuat badan mayit najis, krn sarat mensucikan mayit wajib dgn air yg bersih.

3. Tidak ada pemisahan antara tempat tempat mencuci dan tayamum.

Sering ketika memandikan mayit masih terdapat benang jahitan ditubuh mayit. Seperti, tubuhnya luka, sehingga terhalang air masuk ke kulit. Kecuali apabila tdk mungkin utk dilepas karena uzur sar’i, seandainya dilepas akan menghina mayit yg diharamkan bagi simayit sebagaimana diharamkan ketika hidup. Maka kewajiban disini berpindah menjadi tayamum, tdk cukup hanya dgn memandikan saja.

4. Memandikan mayit tdk dgn air suci, dan sebab lain menggunakaan air sedikit didalam bejana, sehingga tetas air yg masuk kedalamnya ikut menjadi najis jg.

5. Tdk mengetahui cara bertayamu yg benar.

6. Mencampur air sidir dan kafur. Sedangkan mayit wajib dimandikan tiga kali dgn tertib.

Pertama. Dgn air yg dicampur dgn daun sidir, sampai air itu dikatakan sebagai air sidir(bukan air mutlak)/ org mwngatakannya air sidir.

Kedua. Dgn air yg dicampur kapur dan benar2 bercampur sehingga dikatakan air kafur

Ketiga. Dgn air murni atau tdk bercampur dgn sidir dan kafur. Terkadang ada yg menyisakan atau masih tersisa air sidir atau kafurnya tdk dibuang terlebih dahulu. Maka itu bisa disebut air mudhof, dan ini salah besar.

Kami cukupkan pelajaran ini dahulu, dan kami akan berusaha memperbaiki kesalahan2 yg telah terjadi insyaAllah pd pelajaran yg akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*