PELAJARAN KEDUA

Dengan nama Allah dan segala puji bagiNYA serta sholawat dan salam bagi Rasul dan keluarganya as.

Pembicaraan kita sebelumnya tentang pentingnya mengetahui hukum hukum jenazah dan kami telah sebutkan, bahwa masalah ini sangat penting yg kembali pd dua sebab :

1. Hukum hukum jenazah bagian dr hukum wajib yg sering terjadi ditengah kita.

2. Sering terjadi kesalahan pd mereka yg melaksanakan tugas saat mengurus jenazah. Pd pelajaran sebelumnya sy telah sebutkan 7 kesalahan dan pd pelajaran ini, sy akan tambahkan menjadi sebelas kesalahan. Semua ini bertujuan utk mengetahui sejauh mana pengetahuan masnyarakat pd hukum hukum yg penting ini.

1. Badan mayit menjadi najis, sebabnya disaat org yg memandikan mayit akan mengkafani mayit bersentuhan dgn mayit, karena pd umumnya org yg mamandikan dlm keadaan najis yg basah dan mengalir. Air yg telah bersentuhan mayit sewaktu memandikan akan berpindah pd pakaian si yg mamandikan mayit dan otomatis pakaiannya ikut najis pula. Jika telah selesai memandikan dan dia akan mengkafani si mayit, jika pakaiannya yg basah bersentuhan dgn badan maka si mayit akan menjadi najis. Disini sy anjurkan yg memandikan mayit agar mensucikan pakaiannya sebelum memindahkan mayit ke tempat pengkafanan. Atau yg mengkafaninya org lain bukan yg memandikan.

2. Memandikan mayit dgn mandi yg berbilang, seperti sebagai ganti mandi janabah, haid dan nifas. Sebagain dr kaum wanita memandikan mayit wanita dgn mandi yg berbilang. Dia mengatakan, ini mandi haid sebab wafatnya dlm keadaan haid. Ini mandi nifas, sebab wafatnya dlm keadaan nifas. Semua ini tdk benar, kewajiban pd mayit hanya satu yaitu mandi mayit saja. Insya Allah sy akan jelaskan.

3. Izin pada anak yg paling besar atau saudara laki2 dr anak anak si mayit. Tidak dibolehkan memandikan mayit atau mensholatinya tanpa izin wali si mayit. Sebagian menggambarkan wali itu saudara mayit atau paman, ini salah.selama masih ada anak dan ayah tdk ada hak bagi saudara. Sebagian menyangka, wali itu pd anak laki2 terbesar, ini salah. Wali jatuh pd seluruh ahli waris, bukan seorang saja. InsyaAllah akan sy jelaskan masalah ini berikutnya.

4. Tidak meminta izin selain dr sholat, bahwa org yg memandikan dan mengkafani tdk boleh secara langsung mengurus mayit kecuali setelah izin dr walinya. Terkadang dua org diberikan izin memandikan, salah satunya menuangkan air dan satunya lagi menggerakkan badan mayit. Di sini diikhtiyatkan kedua2nya minta izi dr wali mayit.

5. Tidak menutup aurat mayit ketika memandikannya dgn kain sehingga auratnya terlihat, tutuplah dgn kain meskipun disaat menyiramkan tubuhnya. Tetapi terkadang ada yg hanya menutupnya sebagai tirai saja atau kain terkena air akan membentuk auratnya. Tidak boleh, wajib meletakkan penghalang yg benar sehingga aurat benar tertutup rapat.

6. Tidak boleh ada penghalang tempat yg mengakibatkan air tdk mengalir dgn mudah dr badan mayit seperti diantara dua paha.

7. Tdk ada niat qurbatan di dlm memandikan. Seperti pd kondisi kondisi :

Org yg membantu memandikan dan bertugas membalikkan mayit dan terkadang mengambil gayung dan menyiramkan air kebadan mayit, dan dia merasa cukup hanya dgn menuangkan air tanpa niat qurbatan. Sedangkan niat qurbatan itu wajib pd waktu memandikan.

8. Sebagian dr org yg menghantarkan jenazah melakukan dgn mengambil tanah dan menaburkannya kedalam kubur sebelum mayit diturunkan kedalam lubang. Perbuatan ini tdk ada riwayat dr para imam as. Mudah2 an kebiasaan ini tdk ada dalam kalangan syiah.

9. Meninggikan kubur melebihi empat jari hukumnya makruh, kecuali bagi para Imam as sebab disunahkan memuliakan para Imam as dgn meninggikan bangunan kuburan mereka as.

10. Tidak boleh memberikan seluruh telapak tangan dgn kapur, tetapi cukup ditengahnya saja dan tdk termasuk jari2nya. Sebab yg diwajibkan hanya bagian tengahnya saja.

11. Pd umumnya Kain kafannya tdk menutupi badan mayit dan bawahnya, memang cukup menutupnya dgn tiga kain kafan yg ada. Nanti akan kami jelaskan pd pelajaran berikutnya.

Terkadang menutup mayit dgn tiga kain itu tidak sampai kekepala atau kedua kaki sebab kain yg pendek. Sebab utk kepala dan kaki hanya satu kain saja yg disebut kain panjang. Wajib kain ketiga yg menutupi seluruh badan mayit kain tebal dan tidak tembus.

Setelah menjelaskan beberapa kesalahan yg sering terjadi dilakukan oleh si pengurus mayit. Kami cukupkan masalah ini dan referensinya pd waktu yg lain

Diawal ini saya akan berbicara pra mukadimah dan akan sy sebutkan sebagai berikut beberapa perkara

1. Memaparkan sebagian hukum2 wasiat

2. Balasan bagi yg sabar atas penyakitnya.

3. Menjelaskan hukum2 sakratul maut

4. Menjelaskan siapakah sebenarnya wali mayit yg berhak memberikan izin dlm pengurusan jenazah.

Setelah mukadimah saya akan jelaskan beberapa tema sebagai berikut :

1. Menjelaskan tempat2 yg wajib dikerjakan secara sempurna dan tempat2 yg tdk wajib. Sebagian waktu wajib mengurus jenazah, memandikan, mengkafani, mentahnit, sholat dan menguburkannya. Lain waktu tdk wajib, seperti gugurnya sholat atau mengkafaninya.

Kita harus mengetahui jg perbedaan yg ada :

1. Cara memandikan dan tahnit(megusalkan tujuh anggota sujud dgn tanah)

2.waktu atau kapan berpindah dr kewajiban mandi ke tayamum.

3. Cara mengkafani dan sebagian hukum2nya.

4. Cara sholat dan sebagian hukum2nya.

5.hukum2 mengahantarkan jenazah.

6. Hukum2 mandi setelah menyentuh mayit.

Alhamdullillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*